Category Archives: Terjemahan Google

Terjemahan Google

Google Translate

Analisis Kesalahan Kebahasaan Hasil Terjemahan Google Translate

Entri ini adalah bagian 3 dari 6 dalam seri Analisis Hasil Terjemahan Google Translate

Analisis Kesalahan Kebahasaan di Google Translate

Analisis kesalahan merupakan bidang kajian yang masuk dalam payung linguistik terapan. Kajian ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi para guru bahasa, karena hasil penerapan analisis kesalahan dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar bahasa, baik untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat pembelajar maupun untuk membantu guru menyusun strategi pembelajaran yang tepat.

Brown (via Sanal, 2008) mendefinisikan analisis kesalahan (error analysis) sebagai ”the fact that learners do make errors and these errors can be observerd, analysed and classified to reveal some thing of the system operating within the learner led to a surge of study of learners’errors called ‘error analysis”. Senada dengan itu Ruru dan Ruru (via Pateda, 1989) berpendapat bahwa analisis kesalahan adalah suatu teknik untuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan dan menginterpretasikan secara sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh si terdidik yang sedang belajar bahasa asing atau bahasa kedua dengan menggunakan teori-teori dan prosedur berdasarkan linguistik. Kesalahan biasanya ditentukan berdasarkan ukuran keberterimaan dari sudut pandang penutur asli. Dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis kesalahan merupakan prosedur sistematis berdasarkan linguistik untuk menemukan dan mengklasifikasikan kesalahan yang tidak dapat diterima (dibenarkan) berdasarkan kaidah bahasa target yang dibuat oleh pembelajar bahasa (asing).

Analisis Kesalahan Kebahasaan di Google Translate

Kesalahan dalam kajian analisis kesalahan dapat diklasifikasikan ke dalam 2 macam yaitu kesalahan (error) dan kekeliruan (mistakes). Kekeliruan terkait ketidakmampuan menghasilkan ujaran berbahasa yang tidak disengaja, kekeliruan bukan merupakan hasil dari kurangnya kompetensi berbahasa yang dimiliki pembelajar. Kekeliruan ini sifatnya ttidak sistematis, sehingga ketika pembelajar bahasa menyadari kekeliruan tersebut dapat segera memperbaikinya. Sebaliknya kesalahan (error) merupakan kesalahan yang dibuat oleh pembelajar bahasa bersifat sistematis yang disebabkan karena tidak memiliki kompetensi berbahasa yang memadai. Corder (via Sanal, 2008) mengatakan:

Errors are deviances that are due to deficient competence (i.e”knowledge” of the language, which may or may not be conscious). As the are due to deficient competence the tend to be systematic and not self correctable. Whereas “mistakes” or “lapses” that are due to performance deficiencies and arise from lack of attention, slips of memory, anxiety possibly caused by pressure of time etc. They are not systematic and readily indentifiable and self corectable.

Kompetensi yang dimaksud di sini adalah kemampuan pembicara atau penulis untuk melahirkan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakannya. Karena bahasa yang dihasilkan berwujud kata, kalimat dan makna, maka kesalahan yang perlu dianalisis mencakup pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. (Pateda, 1989:34).

Dalam kajian ini objek yang dianalisis adalah hasil terjemahan dari teks berbahasa Indonesia ke dalam teks berbahasa Jerman dari mesin penerjemah yang melekat pada Google. Karena wujud objek kajian berupa wacana tulis, maka yang akan dianalisis meliputi tataran ortografi, morfologi, sintaksis dan semantik.

Objek yang dianalisis adalah hasil terjemahan dari teks berbahasa Indonesia ke dalam teks berbahasa Jerman yang dihasilkan oleh Google Translate.

Google Translate

Google Translate

Google Translate

Analisis Hasil Terjemahan Google Translate – Pendahuluan

Entri ini adalah bagian 2 dari 6 dalam seri Analisis Hasil Terjemahan Google Translate

Analisis Hasil Terjemahan Google Translate – Pendahuluan

Sumber asli: http://staff.uny.ac.id

Di abad ini teknologi informasi berkembang sangat pesat. Salah satu bentuk teknologi informasi yang mengalami perkembangan signifikan hingga dapat mempengaruhi pola kehidupan dan cara berkomunikasi manusia di era global ini adalah teknologi informasi yang dikenal sebagai internet. Internet pada awalnya merupakan teknologi informasi yang hanya dimanfaatkan oleh kalangan militer di Amerika dan baru dimanfaatkan untuk kepentingan publik pada tahun 80-an. Sejak itulah, internet merambah ke segenap penjuru dunia dan ke banyak aspek kehidupan manusia.

Dengan menggunakan internet setiap orang dapat mencari serta memperoleh informasi yang dia butuhkan dengan cepat tanpa harus meninggalkan tempat duduknya. Dahulu komunikasi lebih banyak dilakukan secara langsung (face to face), sedangkan saat ini kontak personal secara tatap muka perlahan telah tergantikan dengan kemudahan berkomunikasi melalui internet dan telepon seluler. Internet adalah kumpulan atau jaringan komputer yang ada di seluruh dunia. Dalam hal ini komputer yang dahulunya berdiri sendiri dapat berhubungan langsung dengan host-host atau komputer-komputer yang lainnya. Dengan kemampuannya untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya, membuat internet dapat dimanfaatkan untuk mengakses atau mentransfer data / informasi dari komputer satu ke komputer lainya. Seorang jurnalis amerika Thomas Friedmann (Vial Altermatt, 2006) mengatakan, penggunaan internet yang sangat masiv merupakan salah satu faktor yang membuat dunia tidak lagi bulat melainkan datar. The World is Flat. Layar monitor yang datar seolah membuat dunia menjadi ringkas dan sangat terjangkau.

Schonherr (1998:712) menyebutkan internet dengan segala perangkatnya layaknya sebuah perpustakaan raksasa, yang dapat diakses oleh siapapun. Namun untuk menelusuri “perpustakaan virtual” tersebut dengan efektif tidaklah mudah. Orang akan dapat dengan mudah “tersesat”. Salah satu cara yang paling mudah untuk membantu kita menemukan informasi secara cepat adalah dengan memanfaatkan search engine (mesin pencari). Salah satu mesin pencari yang paling popular adalah Google. Mesin pencari ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1996.

Kelahiran Google Translate

Dalam perkembangannya, Google tidak hanya sebuah mesin pencari yang membantu pengguna internet menemukan link ke suatu halaman web, namun juga menyediakan mesin penerjemah. Para pengembang Google jelas menyadari bahwa informasi yang ada dalam suatu halaman web bisa tampil dalam berbagai bahasa. Beragamnya bahasa yang ada di dunia bisa menjadi penghalang bagi seseorang untuk menemukan dan memahami informasi penting yang dicarinya. Mesin penerjemah yang melekat pada Google akan membantu menerjemahkan sebuah teks atau halaman web dari satu bahasa ke bahasa lain secara otomatis, sehingga pembaca terbantu ketika berusaha memahami isi sebuah halaman web tersebut. Och (2006) dalam www.googleresearch.blogspot.com mengatakan “because we want to provide everyone with acces to all the world’s information, including information in every language, one of the exciting projects at Google Research is machine translation”. Mesin penerjemah yang melekat pada Google bisa digolongkan pada terminologi machine translation yang disingkat menjadi MT. MT adalah to computerized system responsible for the production of translations with or without human assistance. (Hutchins, 1995).

Mesin penerjemah Google Translate saat ini mampu menerjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa, salah satunya adalah dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman dan sebaliknya.

Hasil terjemahan dari mesin penerjemah perlu dikaji lebih jauh terutama untuk melihat kesalahan kebahasaan yang ada, karena banyak pihak yang meragukan kuallitasnya. Dalam makalah ini akan disajikan sebuah kajian awal mengenai kesalahan kebahasaan yang ada dalam hasil penerjemahan Google Translate.

Dalam makalah ini akan disajikan sebuah kajian awal mengenai kesalahan kebahasaan yang ada dalam hasil penerjemahan Google Translate.

Google Translate

Google Translate

Google Translate

Analisis Hasil Terjemahan Google Translate – Abstrak

Entri ini adalah bagian 1 dari 6 dalam seri Analisis Hasil Terjemahan Google Translate

Analisis Kesalahan Kebahasaan Hasil Terjemahan Google Translate Teks Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jerman

Oleh: Iman Santoso, M.Pd Staf Pengajar di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman – FBS UNY

Sumber asli: http://staff.uny.ac.id

Teknologi internet saat ini memungkinkan semua orang bisa mengakses informasi dari segala penjuru dunia kapan saja dan dimana saja. Namun menemukan informasi dari sebuah halaman web dengan efektif tidaklah mudah. Salah satu alat yang membantu pengguna internet untuk mencari informasi dengan efektif adalah Google. Google saat ini menawarkan berbagai aplikasi salah satunya adalah Google Translate. Para pengembang Google menyadari bahwa informasi yang tersaji pada sebuah halaman web di Internet bisa dalam beragam bahasa. Bahasa bisa menjadi penghalang bagi manusia untuk bisa memahami sebuah informasi jika ia tidak menguasasi bahasa tersebut. Mesin penerjemah dari Google kemudian menjadi solusinya. Saat ini Google Translate mampu menerjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa di dunia.

Saat ini Google Translate mampu menerjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa di dunia.

Sebagai sebuah mesin penerjemah, hasil yang diterjemahkan oleh Google belumlah sempurna. Hasil terjemahannya dapat disebut sebagai pre-translation yang masih perlu direvisi. Terkait dengan hal itu dalam makalah ini akan dipaparkan hasil analisis kesalahan kebahasaan teks terjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman yang dihasilkan oleh Google Translate.

 

Kata Kunci: Google Translate, analisis kesalahan, bahasa Jerman, bahasa Indonesia

Google Translate

Google Translate

 

 

Phrasebook untuk Google Translate

Phrasebook untuk Google Translate

Jangan Pernah Lagi Lupa Sebuah Frase atau Ungkapan Terjemahan di Google Translate

Pengetahuan Anda tentang bahasa sangat ditentukan oleh seberapa mampu Anda mengatakan hal yang benar pada saat yang tepat. Tetapi dengan begitu banyaknya frase atau ungkapan terjemahan yang ada, akan sulit untuk mengingat semuanya, apalagi mengingatnya ketika diperlukan.

Dengan Google Translate, Anda mungkin menemukan terjemahan yang benar, tapi Anda mungkin tidak ingat terjemahan itu ketika dibutuhkan. Anda mungkin mendapati diri Anda berulang-ulang melakukan terjemahan yang sama, sampai akhirnya Anda mengingat terjemahan itu.

Phrasebook untuk Google Translate mempercepat proses pembelajaran yang lambat ini dengan memungkinkan Anda untuk menyimpan frase atau ungkapan yang paling berguna bagi Anda, untuk menjadi acuan mudah di kemudian hari, tepat ketika Anda membutuhkannya. Dengan selalu melihat kembali frase berguna ini dalam Phrasebook Anda, Anda dapat mendayagunakan setiap aktivitas penerjemahan singkat menjadi sebuah pengetahuan yang bertahan lama.

Menggunakan Pharasebook sangat mudah. Cukup klik tanda bintang di bawah teks yang diterjemahkan untuk menyimpan terjemahan dalam Phrasebook Anda.

Menyimpan Phrasebook

Google Translate Save To Phrasebook

Google Translate Save To Phrasebook

Melihat Phrasebook

Untuk melihat Phrasebook Anda, cukup klik ikon Phrasebook di atas pojok kanan atas kotak yang berisi terjemahan.

Google Translate Show Phrasebook

Google Translate Show Phrasebook

 

Klik setiap frase atau ungkapan terjemahan dalam Phrasebook Anda untuk memuatnya kembali di area penerjemahan. Menggunakan kontrol Phrasebook, Anda dapat menyaring frase Anda dengan pasangan bahasa atau mencari frase tertentu. Anda juga dapat dengan mudah mendengarkan setiap frase dengan menggerakkan tetikus di atas sebuah entri dan memilih ikon text-to-speech.

Google Translate My Phrasebook

Google Translate My Phrasebook

 

 

 

 

 

 

 

Kami berharap Phrasebook baru Anda akan berguna saat Anda menggunakan Google Translate. Kami akan senang mendengar umpan balik Anda tentang fitur baru ini. Anda dapat menyampaikan saran atau kritik Anda tentang Phrasebook melalui pilihan “Send Feedback” di bagian bawah beranda Google Translate.

- Tim Google Translate

Sumber: Phrasebook for Google Translate

Silakan diskusikan Phrasebook untuk Google Translate dalam kotak diskusi di bawah ini.

Google Translate di Android – Tidak Harus Terkoneksi ke Internet

Google Translate di Android

Pernahkan Anda sendirian di negeri yang bahasanya begitu asing, dan pada suatu saat Anda berharap bisa mengumumkan pada orang-orang sekitar bahwa “Saya tersesat!” atau “Saya alergi pada kacang”?

Internet dan Google Translate bisa membantu, tapi bagaimana jika kita tidak bisa terkoneksi ke Internet?

Google Translate Android Bekerja Walau Tanpa Koneksi Internet

Tidak perlu kuatir lagi, kini Google telah meluncurkan paket bahasa luring (luar jaringan atau offline) untuk Google Translate di Android (versi 2.3 ke atas). Versi ini mendukung enampuluh bahasa, termasuk bahasa-bahasa Perancis, Spanyol, Cina, dan Arab, dan tentunya bahasa Inggris dan Indonesia.

Kita bisa memilih [Offline Languages] dalam menu aplikasi Google Translate di Android ini untuk melihat semua paket bahasa luring yang tersedia untuk diunduh. Untuk mengaktifkah terjemahan secara luring antara dua bahasa, Anda hanya perlu memilih keduanya dalam menu [Offline Languages]. Setelah paket itu diunduh, kita sudah bisa menggunakannya.

Google Translate Android

Google Translate Android

Google Translate Android

Google Translate Android

 

Terobos Hambatan Bahasa dengan Google Translate

  • Terjemahkan teks dan pidato antara lebih dari 60 bahasa
  • Dengarkan terjemahan Anda diucapkan keras
  • Masukan menggunakan suara, tulisan tangan, dan kamera Anda
  • Simpan terjemahan favorit Anda untuk akses luringn yang cepat
  • Lihat hasil kamus untuk kata-kata atau frase tunggal
  • Terjemahkan tanpa sambungan jaringan dengan paket bahasa luring

(Input kamera dan terjemahan luring tersedia untuk Android versi 2.3 ke atas.)

Kemampuan Google Translate Android

Memang versi luring ini kurang komprehensif kemampuannya dibandingkan versi daring (dalam jaringan atau online), tapi versi ini sangat berguna untuk kebutuhan penerjemahan dalam kondisi darurat ketika Anda sedang di luar negeri yang mungkin koneksi internetnya sulit ditemukan atau diperoleh.

Google Translate Android

Google Translate Android

Jadi silakan menjelajahi seluruh dunia, menjelajahi bahasa atau budaya lain tanpa kuatir tentang akses internet. Sebuah dunia luring menanti Anda di luar sana.

Sumber:

http://googletranslate.blogspot.com/2013/03/the-worlds-languages-in-your-pocket-no.html

Silakan diskusikan Google Translate Android dalam kotak komentar di bawah ini.

Google Translate

Google Translate – Metodologi Penerjemahan

Entri ini adalah bagian 3 dari 3 dalam seri Google Translate

Metodologi Penerjemahan Google Translate

 

Google Translate tidak menerapkan aturan tata bahasa, karena algoritma yang digunakan berdasarkan analisis statistik dan bukan analisis berbasis-aturan tradisional. Memang, pencipta asli sistem ini, Franz Josef Och, telah mengkritik efektivitas berbasis aturan algoritma yang mendukung pendekatan statistik. Hal ini didasarkan pada metode yang disebut terjemahan komputer berdasarkan statistik, dan lebih khusus lagi, penelitian oleh Och yang memenangkan kontes DARPA untuk kecepatan mesin terjemahan pada tahun 2003. Dia sekarang adalah ketua kelompok terjemahan mesin Google.

Google tidak menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain (L1 → L2), tetapi sering diterjemahkan pertama kali ke bahasa Inggris dan kemudian ke bahasa sasaran (L1 → EN → L2). Namun, karena bahasa Inggris, seperti semua bahasa manusia, adalah ambigu dan tergantung pada konteks, hal ini dapat menyebabkan kesalahan penerjemahan. Misalnya, menerjemahkan vous dari Prancis ke Rusia memberikan vous → you → ты OR Bы / вы. Jika Google menggunakan bahasa buatan sebagai perantara, akan menjadi vous → Anda → Bы / вы ATAU tu → thou → ты.Pemberian imbuhan kata seperti itu akan menegaskan perbedaan makna yang ada. Oleh karena itu, penulisan dalam bahasa Inggris, menggunakan kata-kata yang tidak ber-dwimakna, yang memberikan konteks, menggunakan ekspresi seperti “you all” sering membuat terjemahan satu langkah lebih baik.

Bahasa-bahasa berikut tidak memiliki terjemahan Google langsung ke atau dari bahasa Inggris. Bahasa-bahasa ini diterjemahkan melalui bahasa antara selain melalui bahasa Inggris:

  • Belarusia (be ↔ en ↔ ru ↔ lainnya)
  • Catalan (ca ↔ en ↔ es ↔ lainnya)
  • Galician (gl ↔ pt ↔ en ↔ lainnya)
  • Haiti Creole (ht ↔ fr ↔ en ↔ lainnya)
  • Macedonia (mk ↔ bg ↔ en ↔ lainnya)
  • Slowakia (sk ↔ cs ↔ en ↔ lainnya)
  • Ukraina (uk ↔ en ↔ ru ↔ lainnya) [62]
  • Urdu (ur ↔ hi ↔ en ↔ lainnya)

 

Mengabaikan tata bahasa dapat menyebabkan kesalahan. Sebagai contoh, perhatikan kalimat berikut:

Пишет (orang ketiga: it writes) вам (dativ: to you (all)) письмо (letter) семья (family) Дарьи (genitive: of Daria).

Berdasarkan urutan kata, Google menerjemahkan: You wrote a letter to family Darya.

Berdasarkan deklension (fungsi kata), artinya: [it's] Daria’s family [that] writes you a letter, justru sebaliknya.

Google mengambil you untuk to you, Daria untuk of Daria serta to the family untuk the family.

Ketika menerjemahkan kembali ke bahasa Rusia, meski begitu, Google mengatakan: Семья Дарьи пишет вам письмо.

Itu benar karena Google memahami urutan kata bahasa Inggris.

Menghormati urutan kata yang sama seperti dalam bahasa Inggris atau menerbitkan dalam bahasa Inggris seperti di atas dapat membantu.

Menurut Och, dasar yang kokoh untuk mengembangkan sistem penerjemahan mesin statistikal untuk pasangan bahasa baru dari awal, akan terdiri dari korpus teks bilingual (atau koleksi paralel) lebih dari satu juta kata, dan dua korpora monolingual dari masing-masing bahasa sebanyak lebih dari satu miliar kata.Model statistik dari data ini kemudian digunakan untuk menerjemahkan bahasa-bahasa tersebut.

Untuk mendapatkan ini sejumlah besar data linguistik, Google menggunakan dokumen PBB. PBB biasanya menerbitkan dokumen dalam enam bahasa resmi PBB, yang menghasilkan korpus 6-bahasa yang sangat besar.

Perwakilan Google telah terlibat dengan konferensi domestik di Jepang di mana ia telah mengumpulkan data bilingual dari para peneliti.

 

Kajian Google Translate

Tak lama setelah meluncurkan layanan penerjemahan, Google memenangkan kompetisi internasional untuk terjemahan mesin Inggris-Arab dan Inggris-Cina.

 

Kesalahan dan keanehan penerjemahan Google Translate

Karena Google Translate menggunakan pencocokan statistik untuk menerjemahkan dan bukan pendekatan aturan kamus atau tata bahasa, teks terjemahan seringkali menampilkan kesalahan yang jelas dan tampak tidak masuk akal, sering tertukar istilah untuk istilah umum yang serupa tapi tak sepadan dalam bahasa lain, dan juga membalikkan makna kalimat. Juga, untuk kemampuan bicara, Google Translate hanya menggunakan bahasa Perancis Eropa serta Amerika Latin Spanyol di seluruh dunia, namun keduanya Eropa dan Portugis Brazil (Eropa untuk translate.google.pt dan Brasil untuk semua situs Google Translate lainnya).

Google Translate

Google Translate

 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Translate

Silakan diskusikan Google Translate dalam kotak komentar di bawah ini.

Google Translate

Google Translate – Integrasi dengan Penjelajah, Versi Android, Versi iOS

Entri ini adalah bagian 2 dari 3 dalam seri Google Translate

Google Translate – Integrasi dengan Penjelajah

 

Sejumlah ekstensi Firefox tersedia untuk layanan Google, dan termasuk untuk Google Translate, yang memungkinkan akses perintah klik-kanan untuk layanan penerjemahan.

Sebuah ekstensi untuk penjelajah Google Chrome juga ada; pada bulan Februari 2010, Google Translate diintegrasikan ke dalam penjelajah Google Chrome standar untuk terjemahan halaman web otomatis.

Google Translate Versi Android

Google Translate tersedia sebagai aplikasi yang dapat diunduh gratis untuk pengguna sistem operasi Android. Versi pertama diluncurkan pada Januari 2010. Versi itu bekerja hanya seperti versi penjelajah. Terjemahan Google untuk Android berisi dua pilihan utama: “Penerjemahan SMS” dan “Riwayat”.

Sebuah versi 2011 awal mendukung Mode Percakapan ketika menerjemahkan antara bahasa Inggris dan Spanyol (dalam pengujian alfa). Antarmuka baru dalam Google Translate ini memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi lancar dengan orang terdekat dalam bahasa lain. Pada bulan Oktober fitur itu diperluas menjadi 14 bahasa.

Aplikasi ini mendukung 53 bahasa dan input suara untuk 15 bahasa. Layanan ini tersedia untuk perangkat yang menjalankan Android 2.1 ke atas dan dapat diunduh dengan mencari “Google Translate” di Android Market. Layanan ini pertama kali dirilis pada bulan Januari 2010, dan versi perbaikan tersedia pada tanggal 12 Januari 2011.

Versi terbaru: 2.0.0 build 42

Google Translate Versi iOS

 

Pada Agustus 2008, Google meluncurkan aplikasi web HTML5 Google Translate untuk iOS bagi pengguna iPhone dan iPod Touch. Aplikasi iOS resmi untuk Google Translate telah dirilis pada 8 Februari 2011. Aplikasi ini menerima input suara untuk 15 bahasa dan memungkinkan terjemahan kata atau frase ke dalam salah satu dari lebih dari 50 bahasa. Terjemahan dapat diperdengarkan dalam 23 bahasa yang berbeda.

 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Translate

Silakan diskusikan Google Translate dalam kotak komentar di bawah ini.

Google Translate

Google Translate

Entri ini adalah bagian 1 dari 3 dalam seri Google Translate

Google Translate

Google Translate

Google Translate

Google Translate adalah layanan terjemahan-mesin multibahasa statistikal gratis dari Google Inc untuk menerjemahkan teks tertulis dari satu bahasa ke bahasa lain.

Sebelum Oktober 2007, untuk bahasa lain selain Arab, Cina dan Rusia, Google menggunakan penerjemah berbasis SYSTRAN yang digunakan oleh layanan terjemahan lain seperti Babel Fish, AOL, dan Yahoo.

Penghentian Google Translate API

Pada tanggal 26 Mei 2011, Google mengumumkan bahwa Google Translate API telah usang dan akan berhenti berfungsi pada tanggal 1 Desember 2011, “karena beban ekonomi yang besar yang disebabkan oleh penyalahgunaan meluas.” Penutupan API itu, yang digunakan oleh sejumlah situs, telah memunculkan kritik terhadap Google dan para pengembang mempertanyakan keberlangsungan penggunaan Google API dalam produk mereka.

Pada tanggal 3 Juni 2011, Google mengumumkan bahwa mereka membatalkan rencana untuk mengakhiri Google Translate API karena tekanan publik. Dalam pengumuman yang sama, Google mengatakan bahwa mereka akan merilis versi berbayar dari Google Translate API.

Fitur dan Keterbatasan Google Translate

Layanan Google Translate membatasi jumlah paragraf, atau rentang berbagai istilah teknis, yang akan diterjemahkan. Google Translate juga memungkinkan pemasukan pencarian dalam bahasa sumber yang selanjutnya diterjemahkan ke bahasa tujuan, yang memungkinkan Anda untuk mencari dan menginterpretasikan hasil dari bahasa tujuan yang dipilih bahasa dalam bahasa sumber.

Untuk beberapa bahasa, pengguna diminta memasukkan terjemahan alternatif, misalnya untuk istilah teknis, yang akan dimasukkan ke dalam pemutakhiran pembaruan proses penerjemahan. Teks dalam bahasa asing dapat diketik, dan jika “Deteksi bahasa” dipilih, Google Translate tidak hanya akan mendeteksi bahasa, tapi juga akan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris secara default.

 

Halaman Muka Wikipedia

Halaman Muka Wikipedia diterjemahkan oleh Google Translate ke dalam Bahasa Indonesia

 

Google Translate, seperti alat terjemahan otomatis lain, memiliki keterbatasan. Meskipun dapat membantu pembaca untuk memahami isi umum dari teks bahasa asing, Google Translate tidak selalu memberikan terjemahan akurat. Untuk beberapa bahasa Google Translate dapat menghasilkan terjemahan yang lebih baik daripada yang lain. Google Translate berkinerja baik terutama ketika bahasa Inggris adalah bahasa target dan bahasa sumber adalah salah satu bahasa dari Uni Eropa. Laporan hasil analisis pada tahun 2010, menunjukkan bahwa penerjemahan bahasa Perancis ke bahasa Inggris relatif akurat dan laporan untuk tahun 2011 dan 2012 menunjukkan bahwa penerjemahan bahasa Italia ke bahasa Inggris relatif akurat juga. Namun, terjemahan berdasarkan-aturan berkinerja lebih baik jika teks yang diterjemahkan lebih pendek, efek ini sangat jelas dalam terjemahan Cina ke Inggris.

Teks tertulis dalam skrip-skrip Yunani Devanagari, Sirilik dan Arab dapat ditransliterasikan secara otomatis dari fonetik setara yang ditulis dalam abjad Latin.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Translate

Silakan diskusikan Google Translate dalam kotak komentar di bawah ini.